Menikmati Memek Kakak

Bram mengusap-usap dan meremas-remasnya perlahan-lahan. Muka Mbak Leny menjadi merah. Desahan erotis mulai terdengar dari mulut kakak kandung Bram yang berjilbab dan selalu menutup rapat tubuhnya itu. Tubuh Mbak Leny mulai menggelinjang-gelinjang kecil. “jangaaanhhh…..”

Ini adalah cerita tentang Bram. Bram mempunyai seorang kakak, namanya Mbak Leny. Mbak Leny orangnya cantik. Dia mempunyai tinggi badan 171 cm, kulit putih bersih, dadanya kira-kira 36 dan pantatnya sangat montok. Ia selalu memakai jilbab gaul yang mini, dan suka memakai baju yang serba ketat. Kaos lengan panjang yang ketat, dan celana jeans ketat. Bram sangat terangsang jika melihatnya. Seringkali Bram onani sambl membayangkan mengentot kakak kandungnya yang seksi dan montok itu.

Suatu hari, tepatnya malam minggu.Waktu itu mama dan papa Bram sedang pergi. Bram sendiri juga lagi malas di rumah. Lalu Bram pergi kerumah teman kuliahnya. Jadi dirumah hanya Mbak Leny sendirian yang lagi nungguin pacarnya. Tapi dasar sial teman Bram juga lagi keluar. Lalu untuk ngilangin suntuk Bram mutar-mutar (jalan2) sendirian.

Setelah puas jalan jalan Bram pun pulang. Sampai di rumah Bram melihat ada kendaraan pacar Mbak Leny di depan rumah. “Aduh.. jagain orang pacaran nih..”, pikirnya. Bram langsung masuk ke teras. Tapi Bram terkejut. Ia melihat Mbak Leny sedang ditunggangi oleh pacarnya (ngentot). Kubatalkan niatku dan Bram terus mengintip permainan mereka. Bram benar2 terangsang melihat adegan tersebut. Apalagi melihat Mbak Leny yang sedang bugil dan mendesah desah. Kakak kandung Bram itu ngentot sambil masik memakai bajunya. Celana jeansnya diturunkan selutut agar tidak mengganggu. Kaos ketatnya disingkap sampai atas dada, begitu juga bra-nya, sehingga pacar Mbak Leny bisa dengan leluasa meremas-remas payudara Mbak Leny yang etrus memekik dan mendesah pelan menikmati sodokan kontol pacarnya. Bahkan jilbab gaulnya masih terpakai rapi di kepalanya, memberikan sensasi tersendiri.

Bram memperhatikan mereka dan mengelus-elus penisnya. Terpaksa Bram bersolo seks dan memuntahkannya di pot bunga. Entah mengapa, Bram merasa ia harus mengambil gambar adegan itu, lalu segera mengambilnya dengan kamera yang terdapat di Hpnya dengan sembunyi-sembunyi. Lalu Bram pergi lagi meninggalkan mereka berdua.

Setengah jam kemudian Bram kembali dan melihat mereka sedang duduk mesra diruang tengah. Bram menegur mereka dan langsung masuk ke kamarnya. Di kamar, Bram terus membayangkan Mbak Leny. Tidak tahan, ia lalu kembali beronani sampai dua kali. Ia benar-benar terangsang dan sangat ingin mengentot mbak Leny, kakak kandungnya yang montok menggairahkan.

Selang beberapa menit Bram keluar kamar dan melihat cowok kakaknya sudah pulang. Ia melihat Mbak Leny masuk ke kamarnya. Lalu Bram duduk sendirian di ruang tengah.

Setelah agak lama setelah Bram melihat adegan itu, Mbak Leny berubah. Seiring dengan semakin seringnya mbak Leny mengikuti pengajian yang semakin sering diadakan di masjid di kampung mereka, ia juga semakin santun. Pacarnya yang memang agak mesum itu ia putuskan. Jilbab gaulnya sudah ia ganti dengan jilbab longgar yang menjulur sampai menutupi pinggul. Bajunya juga ia ganti, dari kaos ketat dan jeans ketat, menjadi kaos longgar dan rok yang longgar pula. Namun Bram sebagai adiknya tahu, bahwa tubuh kakaknya tetap montok seperti dulu. Diam-diam ia sering mengintip kakaknya jika sedang mandi sambil beronani, menikmati tiap jengkal tubuh kakak kandungnya yang semakin montok.

Suatu malam, saat orang tua mereka sedang pulang ke desa menengok nenek, Bram merasakan birahi yang memuncak. Tadi sore ia sempat mengintip kakak kandungnya saat ia mandi, dan melihat kakak kandungnya itu masturbasi di kamar mandi. Ternyata jilbab lebar yang dipakai Mbak leny selama ini tidak bisa menahan gejolak birahi yang menggebu. Apalagi Mbak leny sudah pernah merasakan kenikmatan itu, sehingga wanita berjilbab itu pasti ingin merasakannya lagi. Namun itu bisa ia tahan karena jelas melanggar perintah agama, sehingga ia selama ini memuaskan diri dengan bermasturbasi.

Ketika Bram duduk di ruang tengah, berusaha menahan gejolak birahinya dengan menonton televisi, tiba-tiba Mbak Leny melintas didepannya. Lampu di ruang tengah yang remang-remang dan lampu di ruang makan yang terang membuat lekuk tubuh montok mbak Leny yang berdiri diantara ruang tersebut terlihat samar, dibalik rok panjang dan kaos lebar serta jilbab lebar yang ia kenakan. Melihat itu, birahi Bram semakin memuncak. Segera ia ingat bahwa ia dulu pernah mengambil gambar Mbak Leny yang sedang ngentot bersama pacarnya, dan segera mengambil Hp-nya. Birahi yang menguasainya membuatnya menetapkan hati untuk menikmati tubuh mbak Leny malam itu juga. Segera ia menghampiri Mbak lenY dan mengatakan bahwa ia ingin memperlihatkan sesuatu.

“apaan?” tanya mbak Leny. “ikut aku dulu..” kata Bram, sambil menggandeng tangan Mbak Leny, dan menyuruhnya duduk di kursi piano yang berada di ruang tengah. Bram klangsung memperlihatkan gambar di Hpnya, dan mbak Leny langsung pucat pasi. “aku bisa langsung ngirimin ini ke teman2ku, lho mbak,….” Kata Bram lagi. Mbak Leny berkata lirih dengan suaranya yang lembut, “jangan….” Suara lembut Mbak Leny membuat birahi Bram tambah menggebu. “Jangak, dik… tolong… itu aib mbak…. Mbak udah nggak pernah ngelakuin itu lagi…. Kamu minta apa aja deh, nanti mbak berusaha ngasih, asal gambar itu jangan disebar….” Kata mbak Leny lagi.

“kalo gitu…” kata bram sambil berjalan kebelakang Mbak Leny yang duduk di kursi piano. Segera mulutnya mendekati telinga kakak kandungnya yang tertutup jilbab dan berbisik, “aku juga minta begituan, mbak…..” katanya. Mbak Leny pucat, namun masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya. “ma…maksud adik??” tanyanya tidak percaya. “ya ngentot kamu, mbak… kayak sama mas Joko itu…” bisik Bram lagi, mengatakan nama bekas pacar Mbak Leny. Mbak Leny langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat, tanda ia menolaknya. Terlihat matanya sudah berkaca-kaca. Tubuhnya bergetar. Di satu pihak ia tidak mau melakukan perbuatan nista itu dengan adik kandungnya, namun dilain pihak ia ingat betapa nikmatnya perbuatan itu. Birahi Mbak Leny sudah mulai naik membayangkannya.

“ayo, mbak…. Daripada gambar ini kesebar kemana-mana….. kalo ketahuan temen2 di masjid, ato mama ama papa khan berabe….”kata Bram mengancam. Mbak Leny diam. Tubuhnya masih gemetar. “gimana?” tanya Bram lagi. “aku khan kakak kandungmu…” kata Mbak Leny pelan, sambil menahan tangis yang hampir meledak. “mau tak sebarin, apa ngentot….??” Tanya Bram lagi. dibalik ketenangannya, birahi sudah menguasai dirinya. tAngannya mendarat lembut di pundak Mbak Leny yang tertutup jilbab lebar. Akhirnya Mbak Leny menyerah kalah dan mengangguk. “ngomong doonk….” Kata Bram. Ia ingin membuat kakak kandungnya ini sangat terhina. “aku mau….” Kata Mbak leny dengan suara gemetar. ” mau apa?” kejar Bram lagi. “mau gi… gituan, sama kamu….” “gituan itu apa..?” Bram terus mengejar. “mau ngesex… sama kamu….” Kata mbak Leny. Tangis yang sudah dario tadi ditahannya mulai pecah. “mau ngentot, gitu…..” kata bram. Ia ingin mendengar kakaknya yang alim ini mengatakan kata-kata kotor. Mbak Leny mengulanginya dengan menahan sesenggukan, membuat Bram semakin bernafsu.

SEMUA KARYA CIPTAAN INI HANYALAH FIKSI, DAN EDITAN DARI SEBUAH KARYA YANG BERJUDUL SAMA. TIDAK BERMAKSUD MENYUDUTKAN GOLONGAN TERTENTU, SEMATA-MATA HANYA ISENG DAN KARENA MENYUKAI SEMUA JENIS GADIS, JUGA YANG BERJILBAB. (PEN.)

Tangan Bram mulai meremas-remas bahu Mbak Leny yang sintal. Bibrnya mengecup lembut pipi mbak Leny. Tak ada perlawanan. Lidahnya mulai mengulum dan menggigit-gigit kecil telinga mbak Leny dari luar jilbabnya. Mbak leny hanya sedikit bergerak, namun tetap pasrah. Nampaknya mbak Leny sudah pasrah dan mulai terpengaruh oleh birahi. Pelan-pelan tangan Bram turun ke arah badan Mbak Leny. tangan Bram merambah ke susu Mbak Leny yang tertutup jilbab lebar dan kaos longgar. Bram mengusap-usap dan meremas-remasnya perlahan-lahan. Muka Mbak Leny menjadi merah. Desahan erotis mulai terdengar dari mulut kakak kandung Bram yang berjilbab dan selalu menutup rapat tubuhnya itu. Tubuh Mbak Leny mulai menggelinjang-gelinjang kecil. “jangaaanhhh…..” mbak Leny mendesah putus asa. Mulutnya dan pikiran sehatnya tidak mau menerima perlakuan adik kandungnya, namun birahi dan tubuhnya haus akan sentuhan-sentuhan itu.

Sementara tsatu angan Bram terus meremas susu mbak leny dari luar kaosnya, Bram menggerakkan tangannya yang lain turun ke arah perut Mbak Leny, dan masuk ke balik kaos Mbak leny. Bram mulai menelusuri tangan Bram ke dalam badannya yang terbungkus kaos…sembari Bram dengarkan napas Mbak Leny yang tersengal-sengal.

Bram menurunkan BH Mbak Leny sambil tangan kiri Bram mengangkat kaos longgar kakaknya. Kini Bram bisa melihat kedua susu Mbak Leny yang montok putih dengan pentil nya yg besar. Tanpa menunggu apa-apa lagi, Bram meremasnya dan memutar remasan Bram sehingga telapak tangan Bram pun merasakan pentil kakak kandungnya yang berjilbab lebar itu mengeras sebesar isi kacang. Bram pun memelintir-pelintirnya lembut. “Eehhmmhhh….!!” Erangan lembut yang tertahan keluar dari mulut Mbak Leny yang montok dan berjilbab lebar itu.

Bram tak mau menyia-nyiakan waktunya. Selagi Mbak Leny masih mabuk kepayang menerima perlakuan Bram pada pentilnya yang sudah mengeras, Bram menarik kursi piano di mana Mbak Leny duduk. Bram berjongkok, dan kemudian Bram menyusu seperti seorang bayi yang ingin minum susu karena kelaparan.

Bram menggigit pelan-pelan pentil Mbak Leny, sembari memperhatikan wajah Mbak Leny yang merah karena malu dan terangsang. makin teransang jadinya Bram. Wajah Mbak Leny memerah, tapi merasakan keenakan oleh isapan Bram . Bram gigit pelan-pelan pentilnya. “aduuhh….. jangan keras kerashhhh…..nggigitnyahhh….” mbak Leny mengerang saat Bram menggigit pentilnya terlalu keras. Ia berusaha menahan gejolak birahinya, tapi dalam lubuk hatinya, ia menikmati perlakuan adik kandungnya kepadanya.

“Oooohhmmmm…” teriak Mbak Leny pelan, ketika Bram mulai mengunyah teteknya dengan kasar, menimbulkan rasa perih tapi nikmat padanya. Melihat kakak kandungnya yang cantik dan berjilbab itu sudah dalam kekuasaannya, satu Tangan Bram turun ke arah rok panjang longgar hitamnya dan menyibakkannya ke atas lutut. Bram menarik pinggiran celana dalam Mbak Leny, lalu mencari celah untuk masuk ke dalam memeknya. Bram menemukannya, dan merasakan memek Mbak Leny basah kuyup. Bram maenkan itilnya, Bram menekan-tekan dengan seirama enyutan Bram pada susu Mbak Leny.

kemudian Bram jepit itil Mbak Leny dengan kedua jari Bram. Bram mainkan itilnya, gosok-gosok ke atas…ke bawah…

“Brammhhhh…oh……oh…” desah Mbak Leny…

Mendengar desahan nafsu kakak kandungnya yang berjilbab lebar itu, Bram tidak kuat lagi. Bram membuka bajunya, dan menyuruh Mbak Leny berdiri. Bram segera memelorotkan rok panjang lebar hitam mbak Leny beserta celana damalmnya sekalian dan membuangnya kesudut ruangan. dan Bram liat kakak kandung Bram ini sudah telanjang bagian bawahnya di depan Bram.

Dipisahkannya ke dua kaki Mbak Leny, Bram berjongkok, mengisap itil kakak kandungnya yang alim dan berjilbab lebar itu.

“Ah…ah….ouhg…”

Erangan Mbak Leny yang lembut dan pasrah membuat Bram semakin teransang. Bram menjilat-jilat itil Mbak Leny, dan sekali-sekali Bram menarik-narik bulu kemaluan gadis berjilbab yang adalah kakak kandungnya itu dengan mulutnya.

“bramm…sudah brammmhhh……” teriak Mbak Leny pasrah keenakan.

Bram membuka semua baju dan celananya, dan menarik tangan Mbak Leny ke arah kontolnya yang besar. “Kocok, mbak. …apain ajah mbak….., “pinta Bram tanpa malu-malu lagi.

Mbak Leny mengocok-ngocok kontol Bram dengan enak dan nikmat sekali. Walau dia tidak pandai, tapi Bram menyukainya. Apalagi saat Bram melihat wajah Mbak Leny yang masih terbalut jilbab. Wajah yang lembut, pasrah, bersemu merah karena malu dan terangsang dalam satu waktu melihat kontol adiknya yang besar dan perkasa.

Kemudian, Bram memeluk Mbak Leny, mengangkat pahanya kanan, dan mengarahkan kontol Bram ke arah memek Mbak Leny itu. Mbak Leny hanya pasrah menerima perlakuan Bram. Bram menekan kontolnya, susah sekali. Walaupun Mbak Leny sudah tidak perawan lagi, namun ternyata mmeknya masih kencang, sehingga Bram kesulitan menusuk memeknya.

Dengan sekuat tenaga Bram Bram tusuk itu memek Mbak Leny. “Oh..ah..ah ;” erangnya kesakitan. Bram teruskan saja kegiatan Bram untuk mencicipi kakak kandungnya.

“Mbak Leny-ku….saaya akan menggendongmu, ya mbak…, angkat dan arahkan kedua kakimu ke pinggulku ya mbak yaa…., ” pinta Bram.

Bram lalu memposisikan kaki kakak kandungnya melingkar ke badannya, dan tanpa menunggu lama lagi ke dua kaki mbak Leny yang putih muus itu menjepit ke dua pinggul Bram. Bram berjalan menuju tembok. Dan Bram sandarkan Mbak Leny ke arah tembok. Bram dorong kontolku, keluar…masuk, keluar masuk, sambil Bram perhatikan susu Mbak Leny yang masih perawan bergoyang-goyang tanpa irama. Bram remas-remas saja kedua susunya yang montok.

“Enak mbak?” kata Bram menatap Mbak Leny yang merem melek.

Mbak Leny mengangguk sambil tersenyum manja.

a Bram merasakan Mbak Leny mengeluarkan cairan membasahi kontol Bram di dalam. Bram tau dia baru pertama kali, bisa Bram rasakan, beberapa kali hentakan kontol Bram di dalam memek Mbak Leny dia sudah keluar, orgasme.

Kuisap telinga Mbak Leny yang membuatnya semakin bernapas tak karuan. oh….akhirnya Bram bisa mencicipi tubuh perawan Mbak Leny yang sering Bram bayangkan saat Bram mengentoti istri Bram. Bram rasakan kontol Bram ditarik-tarik oleh memek Mbak Leny. OH…..hhhhhhh……. jepitan Mbak Leny enak sekali, lebih enak dari jepitan istri Bram…….ohhhhhh…………..

Kurasakan kontol Bram akan mengeluarkan sperma…tanpa menunggu lagi, Bram cabut kontol Bram. Bram semburkan sperma Bram di atas memek si Mbak Leny, Mbak Leny tersenyum manja. Bram liat kepala kontol Bram merah oleh darah keperawanannya. Mbak Leny melihat apa yang Bram lakukan. Dia diam saja lemas.