Cerita Artis Itu.. Meida Sefira 6

Oki melakukan itu dalam tempo sepuluh menit sampai akhirnya “Ohhhhhhhh…..”, cairan cinta keluar dari vaginanya bertanda Oki Setiana meraih orgasme. Tetapi setelah itu dia tertidur pulas kembali, sampai ketika adzan subuh berkumandang Oki tampak kebingungan karena dia tertidur dengan telanjang dan tanpa busana sehelaipun dan mendapati seprainya yang basah, Oki terdiam di tempat tidurnya, kemudian mencium bau sepreinya,”bau amis…”

******************************************

Aku keluar dari kamar, jam menunjukan jam setengah sebelas malam, ku ambil celana dalam milik Oki Setiana Dewi dari dalam tas Meyda, ku cium celana dalam itu, “Emmhhh wangi juga Memek Oki….”, kataku dalam hati. Aku pergi ke dapur mengambil tempat dupa dan dupanya. Semua sudah ku persiapkan dupa, celana dalam Oki Setiana, dan foto yang di tanda tangani sang artis dan akupun memulai ritual untuk mengguna-gunai Oki Setiana Dewi.

oki setiana dewi

oki setiana dewi

Sementara itu di tempat kediaman Oki Setiana Dewi, sang artis sedang lelap tertidur, tetapi terlihat dalam tidurnya sang gadis tampak gelisah,”Ohh…..tidak…., Ohhh… Jangan….”, itu yang terdengar dari mulut Oki Setiana, sementara dalam kegelisahan dalam tidurnya Oki melepaskan semua pakaian dan Oki Setiana memainkan puting dan vaginanya sendiri. “Ohhh enaakkkk…. Ooohhh jangan….”, dirinya semakin acak-acakan, rambutnya yang panjang memperindah pemandangan tersebut. Oki melakukan itu dalam tempo sepuluh menit sampai akhirnya “Ohhhhhhhh…..”, cairan cinta keluar dari vaginanya bertanda Oki Setiana meraih orgasme. Tetapi setelah itu dia tertidur pulas kembali, sampai ketika adzan subuh berkumandang Oki tampak kebingungan karena dia tertidur dengan telanjang dan tanpa busana sehelaipun dan mendapati seprainya yang basah, Oki terdiam di tempat tidurnya, kemudian mencium bau sepreinya,”bau amis…”, sambil kemudian mencolek vaginanya sendiri dan mengenai klitorisnya.”Emmmhh….Acckkkhh…”, Oki Setiana kegelian teransang oleh dirinya sendiri. “Emmhh baunya sama…, apa semalam aku masturbasi…, ahh peduli amat yang penting sekarang aku mandi ????”, ucap Oki dalam hati dan kemudian beranjak dari ranjang menuju kamar mandinya.

Setelah aktifitas pagi dari Oki Setiana sudah selesai dilakukan, Oki meraih BB yang tergeletak di meja riasnya. “hari ini break syuting….., apa aku main ke apartemen Meyda ya…”, sambil menimang-nimang BB miliknya dan berkaca. Kemudian Oki memencet nomor Meyda.

Sementara Meyda sedang menyiapkan sarapan, ketika BB miliknya berbunyi. “Mey… tuh BB-mu Bunyi…!!”, kataku sambil menonton TV, dan kebetulan BB Meyda berada di Meja dihadapanku. Meyda Segera mengambil BB miliknya,”Hai Tumben pagi-pagi udah nelp…ada apa nih mbak Oki”sapa Meyda diujung telp. “Emmhh Ngak ada apa-apa, sekarangkan lagi break shooting, aku pengen main ke tempat kamu nih…”

Meyda Safira

Meyda Safira

“Ohhh… sillakan aja…., mo jam berapa”, jawab Meyda sambil berusaha menjauhkanku dari tubuhnya.

“Jam 09an… bisakan..??” jawab Oki disana.

“Acckkkhhh…. Boleh…… kesini aja”, ucap Meyda sambil meringis karena putingnya ku gigit.

“Kenapa Mey…”, Tanya Oki Setiana, keliatan bingung karena Meyda mengaduh.

“Ngk apa-apa kakiku nih tersandung Meja”, ucap Meyda asal, “Ohh ya udah sampe ketemu ya…”, Jawab Oki Setiana, “Ok…”, kemudian mereka berdua menutup BBnya Masing-Masing.

“Tuan Nakal Ya….mengganggu telepon aja….”,  ucap Meyda sambil matanya mendelik tetapi dengan tingkah genitnya.

“Mang Telepon dari siapa..???, sampe aku ngak boleh mengganggu…”, sambarku sambil memilin-milin puting Meyda.

“Acckkkhhh…. Dari Oki….. Acckkkhhh…..”, jawab Meyda yang mulai teransang. Kemudian kita berdua melakukan fast sex.

Sementara itu dikediaman Oki Setiana, Oki tampak sedang bercermin, rambutnya yang terurai dan balutan kimono yang menutupi tubuhnya. “Emmhhh apa yang kulakukan tadi malam ya…”, fikiran Oki menerawang ke kejadian semalam. Kemudian Oki Setiana membuka kimono, terpampang indah payudara, lekuk tubuh dan kemaluannya yang tertutupi oleh bulu-bulu halus diselangkangnya dan memang Oki selalu memotong jembutnya tersebut.“Emmhh tubuhku bagus”, kata Oki sambil tersenyum, kemudian Oki meremas sendiri payudara kanannya dan tangan kiri memainkan bagian vagina, “Emmmhhh……Enak…..ahhhhh”, Oki segera mengakhiri perbuatanya. “Emmhh, kenapa aku menjadi begini….???”, Tanya Oki dalam hati. “Ahh sudahlah aku harus ke rumah Meyda sekarang.”. Kemudian Oki mulai mempersiapkan diri untuk berangkat ke rumah Meyda.

Dengan mempergunakan gamis warna biru dan jilbab warna biru muda yang menutupi payudara indah miliknya dan memang Oki Setiana Dewi tampak anggun dalam balutan busana tersebut. Setelah itu Oki pergi ke rumah Meyda Sefira dengan mempergunakan Taxi, yang dipesannya di lobby tempat kediamannya.

Sesampainya di kediaman Meyda Sefira, Oki Setiana langsung mengetuk pintu. “Assalamualaikum….”, ketika pintu terbuka. “Wa alaikum salam…. Silakan masuk Mbak Oki”, jawabku ketika membukakan pintu apartemennya. “Ehh.. ada Mang Parno….!!!”, senyum manis mengembang di bibir tipis pemeran Anna Althafunnisa tersebut. “Iya Non, Mamang juga baru datang…”, jawabku asal sambil tersenyum membalas.

Tak lama kemudian Meyda keluar, dengan balutan gamis warna merah muda dan jilbabnya yang berwarna senada dengan gamis yang digunakannya. Tetapi sebenarnya Meyda tidak menggunakan Bra maupun Celana dalam di balik gamis yang dikenakannya, “Ehh… udah datang ya…!!”, senyum menghiasi keduanya kemudian saling mencium pipi masing-masing. “Eh tunggu disini ya… aku mau ke mini market dibawah dulu, bentar qo….., Mbak Oki ditemeni sama Mang Parno dulu”, kata Meyda, “Loh aku datang kamunya kok pergi sih…aku ikut aja ah??”, jawab Oki Setiana. “Sudah disini aja kesian tuh Mang Parno dah nyiapin minuman entar keburu dingin, tunggu yaa”,jawab Meyda sambil tersenyum dan kemudian bergegas pergi.

Oki Setiana Dewi hanya melohok melihat temannya pergi. Tapi kemudian dia duduk di sofa tempat aku bercinta dengan Meyda. Oki Setiana tampak seperti melamun, fikirannya menerawang kekejadian semalam, tanpa sadar Oki melihat keselangkanganku yang memang tidak menggunakan cenala dalam, tampak tonjolan penisku yang tertutup oleh celana. “Ini, Minumannya Mbak…”, kataku kepada Oki yang sedang asik melamun. “Eh…. Penis….penis… eh Minumnya… makasih”, Oki Setiana Dewi yang kaget karena sedang melamun, ucapan menjadi melantur. Mukanya memerah malu, “uhhh kenapa tiba-tiba aku ngomong begitu…???”, fikir Oki.

Aku tersenyum ketika itu, guna-gunaku telah mengena ke diri Oki Setiana Dewi. “kenapa mbak Oki…, mbak Oki pengen liat kontolku…”, tanyaku kepada Oki Setiana yang terduduk di sofa.”ohh… tidak…..jangan….eh…. iya…..”, jawab Oki, mukanya merah padam berusaha menguasai dirinya. “ahh kenapa aku ini”. Tanya bathin Oki tetapi Oki seolah tidak dapat beranjak pergi dari hadapanku.

“Ini mbak kontolku…”, kataku seraya memelorotkan celanaku, penisku langsung tegak mengacung ke hadapan Oki Setiana Dewi, ”Acckkhh tidak….jangan….”, Oki Setiana Dewi menutup matanya dengan sebelah tangan, sedangkan tangan yang satunya berusaha menahan aku supaya tidak maju. Tetapi yang terjadi malah tangan Oki Setiana mencengram penisku dan seolah mengocok penisku.

oki setiana dewi

oki setiana dewi

“Katanya tidak mau…!!!, tapi Qo dikocok…. Hahahaha…”, kataku sambil tertawa mengejek apa yang dilakukan oleh Oki Setiana, dia lalu melepaskan penis yang di gengamnya, ingin Oki Setiana untuk lari, tapi entah mengapa tubuhnya seolah tidak dapat bergerak. “Emmhh jangan aku tidak mau….”, Mata Oki terpejam, terlihat tetesan air mata dari matanya, ketika penisku pukul-pukulkan di muka Oki Setiana.

Aku menghentikan aktifitasku, sesaat kemudian Oki Setiana membuka mata, dan terkaget melihat batang penisku tepat dihadapan bibirnya. “Ahhh tidak…., aku tidak mau ….”, tetapi yang terjadi malah sebaliknya Oki membuka mulutnya dan memasukan penis itu kedalam mulutnya kemudian kepalanya melakukan gerakan maju-mundur.” Ohhh…kenapa aku ini…..”, bathin Oki Setiana bergelut tak mengerti, antara keinginan otak dan perbuatan tidak sejalan.

“Lo bakat juga nyepong kontol…, lo suka kontol hah…” , kataku sambil melepas penis dari mulutnya.

“Emhh tidak… aku tidak mau….ku mohon jangan…”, balas Oki saat itu.

“Jangan Apa….”, Tanya balik dariku.

“Kumohon jangan perkosa aku…”, Jawab Oki dengan mengiba.

“Hahaha…., kamu tidak ingin di perkosa tetapi tubuhmu berkata lain…, tidak enak ngentot sambil pake baju, lebih baik kamu buka baju dan telanjang di hadapanku“,kataku kepada Oki Setiana. “Tidak…. Aku tidak mau…. Tolong jangan…aku tidak mau membuka baju”, tetapi keinginan Oki Setiana berbeda dengan apa yang dilakukannya, Oki tiba-tiba berdiri, membuka resleting dibelakang bajunya, kemudian bajunya meluncur kebawah, Oki Setiana juga membuka Bra dan Celana Dalam dengan tanpa melepas jilbabnya. “Ohh kenapa aku jadi begini…” jerit bathin Oki Setiana. Kemudian Oki kembali duduk, dengan posisi kaki naik keatas sofa dan mengangkang, seolah-olah ingin memamerkan vagina yang masih sempit. Jilbabnya diangkat keatas sehingga terekpose juga payudara sang artis berjilbab itu.

bersambung..