The Great Hunter – Delima Goyangan SPG Berjilbab

Delima memaksakan segera berdiri dan duduk diatas saya, sambil mengarahkan penisku masuk ke dalam vaginanya, saya sengaja tidak langsung masuk, tetapi menggesek-gesekkan di bulu vaginanya dan bibirnya, gadis SPG berjilbab itu tambah belingsatan.
” Udah mas, cepat mas, aku sudah mau keluar nih”
Dengan memaksa SPG berjilbab bertubuh sintal itu menarik penisku dan memegangnya sehingga tepat didepan lubang vaginanya setelah pas segera gadis SPG berjilbab itu menekan vaginanya agar penisku masuk..

Seperti yang semua orang tahu, Mall adalah tempat yang tepat untuk menemukan jablay yang bisa diajak kencan. Iseng2 aku sang jilbab hunter juga mencoba berjalan2 ke mall. Yah, kali aja dapat jablay yang “bungkusan”. Suatu sore di sebuah mall di jogja timur, seperti biasa keliling cuci mata cari mangsa baru. Ketika melihat-lihat kaus tiba-tiba saya di kejutkan sambutan manis dari seorang SPG berjilbab yang cantik.
” Mau cari apa Mas? “
” mau coba produk kami mas? Produk kami menyehatkan dan segar.”

Saya lihat cewek ini hitam tapi manis, dan bodinya yang terlihat jelas dari bajunya yang ketat walaupun memakai jilbab bikin jakun naik-turun. Perkiraan status: 36B-26-36 dan tinggi sedang saja. Wah ini memang yang paling saya suka hitam, pasti sparepartnya hitam dan merah dalamnya. Aku segera menanggapinya dan berbasa-basi. Akhirnya aku berhasil mengajak gadis SPG berjilbab itu makan malam setelah dia selesai bekerja. Namanya: Delima. umur: 27 tahun, wah, umur segitu masih sendiri, pasti lagi panas-panasanya,

Seperti sudah dijanjikan kami buat janji untuk makan malam di food court mall itu, pas Delima sudah selesai bekerja. Delima sendiri masih sendirian tapi saya yakin sudah tidak perawan lagi karena dilihat dari cara bicara dan keberaniannya ketika kurayu2.

“mas habis ini mau kemana?” tanya gadis SPG berjilbab itu.
“gak tahu, paling jalan2 bentar trus pulang. Knapa?”
Sambil tersenyum dia menjawab” anterin Delima pulang donk mas.. tar Delima kasih cium deh”.
“eitt kok pake cium2 segala.. iya deh, mas anterin,tapi enak kan, ciumnya” kataku bercanda memancing2
“oh, apsti. Tar mas akan delima buat klepek2″ jawab SPG berjilbab bertubuh sintal itu sambil tertawa.

Begitu kami sampai di kostnya (yang ternyata seperti rumah susun yang kecil dan sangat private, gadis SPG berjilbab itu langsung menggandeng tanganku masuk dan memintaku duduk di sova diruang tamunya yang hanya dipisah dengan sekat bambu yang apik dengan kamar tidurnya.
“mas tunggu yah, Delima mau mandi dulu biar gak acem!” katanya sambil masuk kamar mandi. Mataku mengikuti gadis berjilbab itu. Montok sekali memang.

Beberapa lama menunggu, Delima keluar. Masih memakai jilbab, namun sudah berganti pakaian memakai piyama berupa kemeja lengan panjang tipis dan celana panjang. Jilbabnya putih kecil dimasukkan ke piyamanya.
“mana ciumnya?” tanyaku menggoda ketika gadis SPG berjilbab itu duduk disampingku. gadis SPG berjilbab itu hanya tersipu malu, saya langsung memepetkan tubuh saya ke tubuhnya dan memeluk gadis SPG berjilbab itu erat-erat. terasa dua buah gunungnya tidak memakai CD benar-benar menekan keras sekali ke dadaku. Kami berciuman lama, sambil pelan-pelan tangan saya menjalar ke pantatnya yang besar dan padat. Perlahan-lahan tangan saya menjalar kedepan menyusup kedalam celana panjang berkolor yang dipakainya.
” Mas jangan mas, saya takut ” desah Delima.
” Tenang aja,” sambil tangannya saya bawa menyusup kedalam celana saya sehingga tepat menggenggam penisku.
” Oh..”, rasanya enak sekali, penisku di remasnya dengan keras. sementara tangankupun sudah mencapai gundukan gunungnya yang serasa lembab dan sedikit bulunya.
” Mass.. , mas.. ” Desahnya keenakan.

Langsung saja kulucuti celana dan menyibakkan kemeja longgarnya keatas, sehingga bagian tubuh indahnya terlihat jelas. Aku tambah horny karena melihat buah dada dan vaginanya montok sekali. Ternyata gadis berjilbab SPG itu tidak memakai BH dan CD.  Delimapun tak mau ketinggalan melucuti celanaku. Sehingga kami sudah telanjang bulat, kecuali jilbab putih kecil yang sengaja kubiarkan terpakai. Segera kudorong ia rebah ke sandaran sofa, dan mulutku gerilya menjilati puting susunya yang hitam tapi masih kecil, gadis SPG berjilbab itu menggelinjang
” Uh-uh..mas..mas “

Mulutku mulai turun ke bawah dan terlihat vaginanya yang ditumbuhi sedikit bulu. Segera kubuka kakinya, dan aku bersimpuh dilantai menghadapnya yang sudah terengah2 penuh birahi disofa. kusentuh clitorisnya yang sebesar biji jagung, dan serentak gadis SPG berjilbab itu tersentak “Mas..mas..”

Kujilati mula-mula bagian bibirnya sambil sedikit menggigit-gigit biji jagungnya, SPG berjilbab bertubuh sintal itu semakin meronta-ronta. Kuintip lubangnya masih sangat kecil, dan merah sekali. Lidahkupun kujulurkan dan masuk ke celah-celah lubang merah darah itu. Delima seperti kerasukan setan, gadis SPG berjilbab itu meronta-ronta dan kurasa lubang vaginanya berdenyut-denyut dan mulai banjir air lendir keluar.

Sementara mulutku mengisap-isap biji jagungnya, tanganku mulai mengorek-orek lubang vaginanya. Delima menjerit-jerit seperti orang kehausan,
” Mas-mas, saya ngak tahan Mas “
Segera ia berontak dan mencari penisku. Akupun memberinya kemudahan dengan bediri didepannya. Penisku segera di pegang dan dikulumnya seperti orang kehausan dan dengan rakus di jilat, diisap dan disedotnya kuat-kuat, giliranku yang meronta-ronta keenakan, ” Ah..uh..au..enak..enak..lagi..isap yang kuat,..”
Sementara penisku di kulumnya, tangannya memainkan bijiku dengan tangkasnya seperti meremas-remas adonan kue. Aku keenakan sambil tanganku memegangi kepalanya yang masih memakia jilbab, mengatur tempo kocokan mulutnya agar semakin enak. Beberapa saat kemudian, sebelum aku keluar, Delima mengkhiri sedotannya dan menarikku naik ke tempat tidurnya.

” mas, kita 69 yuk, biar enak bareng..”

Aku segera berbaring terlentang. Melihat wajahku yang keenakan karena remasan tangannya ke penisku, Delima tertawa lalu segera memutar badan naik diatasku dan menyorongkan vaginanya ke mukaku. Langsung saja kusergap dan jilat dengan rakus dan gadis SPG berjilbab itu juga tidak kalah ganasnya.

” Mas, saya sudah ngak tahan, masukin mas, masukin mas”
Delima memaksakan segera berdiri dan duduk diatas saya, sambil mengarahkan penisku masuk ke dalam vaginanya, saya sengaja tidak langsung masuk, tetapi menggesek-gesekkan di bulu vaginanya dan bibirnya, gadis SPG berjilbab itu tambah belingsatan.
” Udah mas, cepat mas, aku sudah mau keluar nih”
Dengan memaksa SPG berjilbab bertubuh sintal itu menarik penisku dan memegangnya sehingga tepat didepan lubang vaginanya setelah pas segera gadis SPG berjilbab itu menekan vaginanya agar penisku masuk, tapi sulit juga karena memang lubangnya masih kecil, untung vaginanya sudah banjir dan licin. Akhinya masuk juga penisku yang panjangnya biasa saja. Kata Delima sih setelah dia merasakan penisku yang bikin puyeng ujung meriamku yang besar dikepalanya, sehingga ketika ditarik, seakan-akan nyangkut di leher kepala penisku.

” Aaau..Aaauu..”
Bles masuk semua penisku den rasanya kepala bawahku ngilu dan enak, SPG muda berjilbab bertubuh semok itu segera memutar pantatnya, seperti sedang menari hula-hula,
” Ah..ah..ah”
Hanya suara itu yang terdengar dari mulutnya, sementara itu tanganku segera bekerja memijati payudaranya yang berdiri tegak. dan kupilin-pulin putingnya. Delima menjadi lebih ganas goyangnya. Aku merasa sudah mau meledak, maka segera kutarik gadis SPG berjilbab itu turun dan segera kukangkangkan vaginanya sambil kuangkat kakinya tertekuk dengan posisi vaginanya persisi dihadapanku, segera kujilati bibir vaginanya yang sudah kelihatan merekah, sambil jari tengahku mengorek-orek vaginanya. Delima lebih histeris.” Mas..mas..terus mas, tusuk Mas yang dalam mas..ahh “
Lidahkupun kulancipkan dan kuselipkan dilubang vaginanya, sambil ditusukkan dalam-dalam.
” Mas..mas saya ngak tahan mas.., auu..auu..”

Akhirnya terasa ada denyutan yang hebat dari vaginanya sambil kepalaku dijepitnya dengan keras.
“Ah..ah..ah..”
Ada sekitar satu menit posisi kepalaku tetap dijepitnya setelah itu ia terkulai lemas.
“Makasih mas, enak bener mas”
“Aku belum pernah merasakan enak seperti ini “
Oh ya dia memang mengaku sudah tidak perawan, dulu ketika SMA sudah pernah di perawani oleh pacarnya,

Setelah lemas akupun pelan-pelan mengelus-elus sekujur badannya dengan jari-jariku secara halus, pelan-pelan gadis SPG berjilbab itu mulai terangsang lagi, akupun mulai meraba bulu-bulu vaginanya dan sambil menjilati puting payudaranya. Segera aku menindihnya dan penisku yang sudah marah segera mencari lubang vaginanya, tapi terpeleset terus, dia dengan tertawa segera membimbing penisku menuju lubang surga itu. Setelah pas segera kutekan dan bless..,
” Ah..” SPG berjilbab bertubuh sintal itu menjerit kecil,
Kurasakan enak benar merendam penisku didalam vaginanya. segera kumulai gerakan naik-turan dan dibantunya dengan gerakan memutar,
” Ah..ah..enak Ima” desahku, “Terus Ima yah yang cepat “

Dia semakin semangat memutar pantatnya. Segera kuganti posisi, sebelah kakinya kuangkat dan segera dengan posisi saling silang kutusuk penisku ke vaginanya lagi, kali ini masuknya benar-banar dalam dan terasa mentok ke rahimnya, gadis SPG berjilbab itu menjerit,
” Aduh Mas “
” Kenapa sakit? ” kataku sambil melihat matanya yang melotot
” Sedikit sakitnya tapi ngilu dan enak banget pas penismu mentok kedalam vaginaku” Jawabnya.
Segera kugenjot, setiap kali penisku mentok masuk ke vaginanya di melotot sambil berdesis, ” Sss..Ss., enak bener mass.., mentok mas..”
Kurasa aku sudah mau meledak dan, segera kupercepat gerakanku, Delimapun makin menggila teriakannya.
” Au..Au..mas..enak mas..au..”
” Aku mau keluar, Ima ” teriakku,
” Ayo Mas saya juga mau keluar ” terik Delima.
Tak lama aku merasakan ledakan dari ujung kepala penisku,
“Ahh..Ah..Au..”
Dan Delimapun segera menyusul ” Aku Juga keluarmass..Aaa..Aaa..”
Terasa 5 atau 6 kali semprotanku menghujam kedalam vaginanya. Akhirnya kami, lemas dan saling tertawa,
” Enak banget Ima, vaginamu, saya mau lagi yah”
” Sama, saya juga sudah lama banget ngak di tusuk rasanya seperti ke surga”
Akhirnya aku kenbali menyodok2 gadis berjilbab montok itu 2 kali lagi sampai kami kecapekan dan tertidur. Aku minta nomornya dan berjanji akan memberi kenikmatan padanya lagi.