Gara-gara Ban Bocor – 2

Aroma mesum begitu kental di ruangan sempit itu. Seorang ibu muda berjilbab yang tengah hamil, terikat di ranjang dengan tubuh praktis telanjang, kecuali sehelai jilbab di kepalanya. Sementara di sekelilingnya, 8 remaja lelaki telanjang bulat tak henti mempermainkan tubuhnya. .

“Lo mau ngentot mbak-mbak yang ban motornya tadi bocor nggak ?” bisik Panjul ke Gundul, ABG tukang nongkrong, sesampainya kembali di bengkel.
Gundul melotot. “Mbak-mbak montok yang pake jilbab tadi itu ? Gila kalo nggak mau. Gue dari tadi udah ngaceng. Emang lo tadi di rumahnya sempet ngentotin dia ?” balasnya sama-sama berbisik. Panjul mengangguk. “Gue juga sempet nyukur memeknya,” katanya sambil menunjukkan tisu berisi potongan rambut kelamin Ummi.
Panjul kemudian membisikkan sesuatu. Teman-temannya heran melihat dua sahabat itu seperti menyimpan rahasia. Tetapi, mereka segera tahu rahasianya setelah Gundul membisiki mereka satu persatu. Setelah itu, Gundul pun bergegas pergi ke rumah Ummi. Yang lain, satu persatu menyusul agar tidak dicurigai orang-orang di bengkel.
Akhirnya, setelah sekitar setengah jam sejak kepergian Gundul, Panjul pun pergi dari bengkel. Bukan ke arah rumah Ummi. Namun, di ujung gang dia berbelok, lewat jalan lain kembali ke rumah Ummi.
Panjul tersenyum melihat teman-temannya mematuhi sarannya. Tak ada tumpukan alas kaki mereka di luar pintu belakang. Kalau ada orang kebetulan lewat dan melihat banyak sandal di situ, bisa-bisa curiga. Sebab, para tetangga tahunya Ummi sendirian di rumah pada jam-jam segitu.
Panjul diam sejenak di belakang rumah. Dia coba menguping apa yang terjadi di dalam. Tak terdengar apa-apa. Berarti dia tak perlu khawatir….Panjul pun segera masuk dan langsung menuju kamar Ummi.
Pemandangan di kamar Ummi sungguh membangkitkan kembali nafsunya. Dilihatnya Gundul sepertinya baru saja menuntaskan hajatnya. Ia berdiri di sisi kepala Ummi, tengah mengoleskan penisnya yang lemas ke pipi perempuan itu. Di sela bibir ummi terlihat ceceran sperma. Mata Ummi masih tertutup selembar kain. Kain itu terlihat basah oleh air mata, begitu pula kedua belah pipinya.
“Ounnggghhh… sudahhhh…. jangaaannn…. ooouuhhh…. ” Ummi merintih-rintih. Saat ini si Dower yang sedang menggenjot vaginanya. Lumayan kasar.
Rintihan Ummi makin lama makin keras. Tapi tak lama, sebab si gendut kini mengangkangi wajahnya dan memaksanya mengulum penisnya. Lucu juga dari belakang melihat sepasang payudara Ummi yang montok tertindih pantat si gendut.
Pemandangan itu menarik perhatian si item dan benjol yang langsung meremas-remas kedua payudara Ummi dan memerah ASI-nya. Sepasang payudara montok itu pun segera saja basah kuyup oleh ASI yang keluar. Item dan Benjol seperti bayi kelaparan menjilati payudara Ummi, lalu melahap langsung ke sumbernya, menyedot-nyedot puting Ummi…
Dower pun menuntaskan hajatnya. Ketika ia menarik keluar penisnya yang lemas dari vagina Ummi, terlihat sperma meluap dari liang vagina Ummi yang perlahan mengatup kembali. Ummi terdengar terbatuk-batuk. Rupanya si Gendut baru saja memaksanya menelan spermanya. Giliran Codet sekarang yang menempatkan diri di tengah selangkangan Ummi yang terbuka. Dari mulut Ummi kembali terdengar erangan dan rintihan saat Codet langsung menggenjot vaginanya. Tapi lagi-lagi mulutnya kembali tersumpal, kali ini oleh penis ABG bertubuh jangkung.
Aroma mesum begitu kental di ruangan sempit itu. Seorang ibu muda berjilbab yang tengah hamil, terikat di ranjang dengan tubuh praktis telanjang, kecuali sehelai jilbab di kepalanya. Sementara di sekelilingnya, 8 remaja lelaki telanjang bulat tak henti mempermainkan tubuhnya.
Bau sperma menguar di ruangan sempit itu. Sebagian besarnya bersumber di ceceran sperma yang meluap keluar dari vagina Ummi. Sebagian lainnya yang berlepotan menodai payudaranya yang membusung dan wajahnya yang sendu.
Ke delapan remaja itu akhirnya mendapat gilirannya masing-masing. Beberapa di antaranya mengulang 2 hingga 3 kali hanya untuk mendapatkan sensasi yang berbeda antara jepitan penis di vagina atau di bibir.
Ummi masih tersadar, tetapi tubuhnya luar biasa lunglai. Dia tak sanggup menghitung, berapa kali vaginanya kemasukan penis. Ia juga tak mampu mengingat berapa banyak sperma yang sudah ditelannya.