Digagahi Bapak Sendiri

tangan bapak menarik tangan Nadya dan menuntunnya untuk mengocok kontol bapak. Kepala Nadya yang terbalut jilbab lebar warna coklat susu dicengkeram dan dituntun mendekati kontolnya. Nadya mulai memegang dan mengulum kontol bapak yang ternyata besar sekali sampai-sampai tidak cukup masuk ke dalam mulutnya. Birahi gadis alim itu mulai naik..

Nadya adalah seorang gadis yang cantik berusia 17 tahun. Wajahnya yang cantik dan kulit yang bersih ditunjang oleh tubuh yang seksi dan sekal. Semua lelaki yang memandangnya pasti melotot karena kecantikannya, sehingga membuat Nadya semakin lama semakin merasa risih.

Suatu saat, ia bertemu dengan kakak – kakak kelasnya di ROHIS di sekolahnya, yang selalu menggunakan jilbab besar dan baju panjang lebar. Dikatakan, Nadya merasa tertarik dengan perasaan nyaman yang ia rasakan saat memakainya, sehingga sejak itu, ia selalu memakai jilbab besar dan baju terusan saat pergi keluar rumah. Tidak lupa ia juga selalu mengikuti pengajian2 yang diadakan kakak kelasnya.

Namun ternyata, walaupun jilbab dan paju panjang itu menghindarkan Nadya dari pelototan laki2 nakal, bapaknya sendiri tetap bisa melihat keindahan tubuh anak kandungnya itu, karena dirumah, Nadya tidak pernah memakai jilbab. Ibunya yang sudah meninggal 5 tahun yang lalu, membuat bapaknya kurang mebdapat belaian wanita. Akhirnya sang bapak melarkan diri ke alkohol, namun Nadya tidak mengetahuinya. Justru alkohol itu semakin membangkitkan napsu sang ayah untuk menikmati tubuh indah sang putri. Tak jarang ia mengintip putri sekalnya itu saat ia sedang mandi, sambil ber-onani.

Pada suatu hari Nadya mendapati bapak sedang mabuk di ruangan kerjanya. Ketika itu Nadya kaget dan segera menghampiri bapak untuk menegurnya. Entah kenapa tiba-tiba bapak menarik Nadya dan mencumbuinya dengan paksa. Dia memaksakan memasukkan lidahnya ke mulut Nadya sambil tangan kanannya meremas pantat Nadya yang tertutup baju terusan pink dan tangan kirinya meremas payudaranya dari balik jilbab lebarnya.

Nadya sudah berusaha untuk mengelak darinya, tapi ternyata tenaga bapak lebih besar dari tenaganya. Entah kenapa tiba-tiba ada suatu rasa yang nikmat yang menjalar di sekujur tubuh gadis alim yang sedang dalam masa puber itu, dan payudaranya terasa mulai mengeras. Tangan bapak mencengkeram kepala Nadya yang terbungkus jilbab, mendekatkan bibir Nadya ke bibirnya, dan mulai mengulum bibir tipis Nadya yang indah, memainkan lidahnya di dalam mulut Nadya. secara reflect lidah Nadya membalasnya.

Nadya merasakan celana dalamnya mulai basah, dan gadis berjilbab itu sepertinya mulai terangsang oleh cumbuan bapak meski ia sudah susay payah menahannya. Peristiwa itu berlangsung selama 8 menit. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu, yang membuat Nadya tersadar dari birahinya, dan langsung menolak tubuh bapaknya, membenahi baju dan jilbabnya yang awut2an dan langusng lari keluar dengan wajah merah padam.

Setelah itu Nadya segera pulang. Selama dalam perjalanan pulang, Nadya menangis karena masih terbayang dengan perbuatan bapak tadi. Perasaan benci, kecewa, tapi bercampur dengan rasa nikmat yang sebelumnya tidak pernah Nadya rasakan. Ketika sampai di rumah, Nadya mendapati celana dalam Nadya masih basah, dan gadis berjilbab itu langsung masuk ke kamar mandi untuk menghilangkan rasa jijiknya.

Ketika Nadya mandi, Nadya masih membayangkan perbuatan bapak tadi, sampai secara tidak sadar, Nadya meremas payudara Nadya. Gadis alim itu mulai merasakan nikmat yang luar biasa yang belum pernah ia rasakan, bercampur dengan guyuran shower yang mengalir di sekujur tubuhnya. Siraman air shower terasa nikmat sekali di memek Nadya, dan secara tidak sadar, Nadya mulai mengelus memek Nadya.

Perasaan nikmat semakin menjadi-jadi sampai akhirnya seluruh tubuhnya mulai mengejang dengan hebatnya, dan cairan hangat keluar dari memek Nadya. Gadis alim yang selama ini menjaga tubuhnya dengan baju longgar dan jilbab lebar itu beronani sambil membayangkan bap[aknya sendiri. Setelah itu tubuh Nadya terasa lemas, dan akhirnya Nadya tertidur pulas setelah selesai mandi.

Keesokan paginya waktu Nadya sedang sarapan, bapak kembali meminta maaf kepadanya, tetapi Nadya bingung menyikapinya, karena di lain sisi, suara hati kecil Nadya menginginkan kejadian kemarin terulang kembali.

SEMUA KARYA CIPTAAN INI HANYALAH FIKSI, DAN EDITAN DARI SEBUAH KARYA YANG BERJUDUL SAMA. TIDAK BERMAKSUD MENYUDUTKAN GOLONGAN TERTENTU, SEMATA-MATA HANYA ISENG DAN KARENA MENYUKAI SEMUA JENIS GADIS, JUGA YANG BERJILBAB. (PEN.)

Setelah itu bapak berangkat ke kantor dan Nadya mengantarkan adik Nadya ke rumah temannya. Selama di kantor, segala sesuatu berjalan seperti biasa, sampai ketika Nadya hendak pulang, mobil Nadya tidak bisa dihidupkan, dan mekanik anak buah bapak tidak sanggup menyelesaikannya hari itu juga.

Akhirnya Nadya ke ruangan bapak untuk mengajak pulang bareng. Ternyata seperti biasa bapak sedang mabuk-mabukan lagi. Walaupun sedang mabuk, bapak masih tetap sadar dan mengajak Nadya untuk pulang saat itu juga. Segalanya berjalan dengan normal selama dalam perjalanan pulang, sampai di dekat rumahnya, bapak menghentikan mobilnya dan tiba-tiba dia membuka celananya dan memaksa Nadya untuk memegang kontolnyanya. Tangan bapak menarik tangan Nadya dan menuntunnya untuk mengocok kontol bapak. Kepala Nadya yang terbalut jilbab lebar warna coklat susu dicengkeram dan dituntun mendekati kontolnya. Nadya mulai memegang dan mengulum kontol bapak yang ternyata besar sekali sampai-sampai tidak cukup masuk ke dalam mulutnya. Birahi gadis alim itu mulai naik.

Secara reflek Nadya mulai memaju-mundurkan kepala Nadya dan mulai menjilati biji peler bapak. Pada saat itu, bapak mulai mengelus paha Nadya yang terturtup baju terusan coklat tua, dan berusaha menyibaknya. Karena saking bernapsunya Nadya menaikkan sedikit pinggulnya, membuat rok panjangnya semakin mudh disibakkan. Dengan cepat bapak melepas celana dalam putrinya yang alim itu, Kemudian jari-jarinya bermain di bibir memeknya.

Selama lima menit, bapak memainkan memek putri ranumnya yang berjilbab, hingga akhirnya cairan hangat mengalir dari memek Nadya. Nadya merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah beberapa menit kemudian, Nadya sudah hampir sampai untuk kedua kalinya, tiba-tiba cairan putih keluar dari kontol bapak, dan tertelan olehnya, dan rasanya gurih sekali. Setelah itu, bapak menjadi lemas dan mengeluarkan jarinya dari dalam memeknya, sehingga Nadya merasa nanggung.

Saat itu juga, bapak langsung tertidur di dalam mobil. Nadya pulang jalan kaki, yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Nadya berlari ke rumahnya, dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan memeknya. Sambil mandi, Nadya mulai masturbasi kembali. Setelah selesai mandi, Nadya mengenakan jubah tipis berbahan kaus tanpa celana dalam dan bra karena kebiasaannya setiap tidur. Setelah itu Nadya tidur tanpa sempat makan malam.

Pada saat Nadya sedang tidur nyenyak, Nadya merasakan ada yang sedang berusaha membuka kancing jubah tipisnya. Karena masih capek akibat orgasme yang berulang kali tadi, Nadya tidak bisa terbangun. Terasa bagian dadanya sudah terbuka lebar, dan sebuah tangan menjalar sampai ke payudaranya dan Nadya merasakan lidah sedang bermain di pentilnya.

Tanpa sadar Nadya mengerang nikmat, dan membayangkan bapaknya sedang melakukannya. Kemudian bibir itu terus bergerak menuju lehernya sampai akhirnya berhenti di bibirnya. Nadya membalas pagutan bibirnya dan tiba-tiba Nadya tersadar dan terbangun. Nadya mendorong tubuh itu yang ternyata adalah bapaknya.

Dengan sekuat tenaga bapak tetap memaksanya dan semakin liar perlakuannya kepadanya, sehingga jubahnya robek hingga ke pangkal perutnya, sehingga tubuh indahnya terlihat di depan matanya. Dengan paksa bapak menyingkap bagian bawah jubah Nadya sampai ke pangkal paha, mengangkangkan kedua kaki Nadya dan mulai menjilati memeknya. Nadya berusaha menjauhkan kepala bapak dari memeknya sehingga bapak terjengkang dari tempat tidur.

Bapak segera bangkit dan menarik tubuh Nadya sambil menampar pipinya dengan keras. Dilucutinya semua pakaian Nadya sehingga hanya tubuh polosnya yang terlihat. Kemudian sang bapak memaksa Nadya memakai sebuah kerudung kaus. Ternyata bapaknya sangat bernafsu melihat Nadya diperkosa dengan memakai jilbab. Tanpa basa-basi Nadya didorongnya kembali ke tempat tidur dan sekarang sang bapak mencoba untuk memasukkan kontolnya ke lobang kenikmatannya.

Dengan pasrah Nadya menuruti kemauannya karena menurutnya sudah percuma untuk menolak lagi. Dia mulai menggenjot memeknya kedepan dan belakang. Karena Nadya berusaha melawan memeknya terasa sangat perih, lagi pula saat itu Nadya masih perawan dan lubangnya sangat sempit. Tetapi setelah lama kelamaan ternyata gadis alim itu mulai menikmati permainannya dan mulai menggerakkan pantatnya naik turun. Beberapa lama setelah itu  Nadya merasa cairannya mendesak memek dan terasa akan keluar.

Dengan segera nyapercepat gerakan pantatnya dan akhirnya Nadya berteriak nikmat karena gadis berjilbab yang alim itu mencapai puncak kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Beberapa saat kemudian bapak membalikkan tubuhnya dan mulai mengelus lubang pantatnya serta menjilatinya. Nadya yang sudah sangat lemas sebenarnya sangat jijik dengan perlakuannya, tetapi seperti sebelumnya Nadya hanya bisa pasrah. Bapak yang sudah sangat bernafsu segera menghujamkan kontol besarnya ke dalam lubang pantat Nadya yang sempit.

Tanpa sadar ternyata meneteslah darah dari memek dan pantatnya bercampur dengan cairan vaginanya. Nadya berteriak dengan kerasnya karena rasa sakit luar bisa dari lubang pantatnya. Mendengar teriakannya bapak semakin nafsu menghujamkan kontolnya berkali-kali sambil mencengkeram rambut Nadya dari luar jilbabnya dengan kerasnya. Bapak semakin mempercepat gerankan kasarnya, dan seketika dia mengejang dan berteriak keras, Nadya merasa cairan sperma bapak terus menerus mengalir masuk ke pantatnya.

Setelah puas dengan semua prilakunya bapak tergeletak lemas disampingnya dan Nadya hanya bisa menangis merenungi nasibnya. Hilang sudah keperawanannya yang selama ini ia jaga dan ternyata harus ia relakan direnggut oleh orang yang sangat ia hormati dan sejak saat itu Nadya merasa telah berkhianat pada almarhum ibunya.

Karena bapak telah menyadari kalau anak gadisnya yang alim telah pasrah dengan perbuatannya, ia semakin sering memakai Nadya untuk melampiaskan napsunya, sedangkan Nadya, gadis alim itu, hanya bisa pasrah dan malah ikut menikmati perkosaan yang dilakukan oleh ayah kandungnya.