Gangbang Di sekolah

Noviah merasa amat malu karena menikmati permainan ini. Permainan yang seharusnya terlarang bagi gadis yang berjilbab seperti dirinya. Noviah melenguuh panjang, setengah berteriak. Gadis  berjilbab itu mengalami orgasme di depan 2 orang buruk rupa yang baru Noviah kenal..

Namanya Noviah. Cerita ini adalah pengalaman sewaktu Noviah masih duduk di bangnya SMA kelas 1. Hari ini pelajaran yang diberikan belum terlalu banyak karena mereka masih dalam tahap transisi dari murid SMP menjadi murid SMU. Tak terbayang olehnya dapat masuk ke SMU yang masih tergolong favorit di ibu kota ini. SMU yang sangat sarat dengan nuansa keislaman. Di SMU ini, banyak sekali gadisnya yang memakai jilbab. Begitu juga Noviah. Dari masuk SMU ini, ia sudah memutuskan untuk memakai jilbab. Jilbab yang lebar, yang menutupi dada dan pungungnya. Rok SMUnya pun panjang, dan baju putihnya juga longgar. Namun itu tidak bisa menyembunyikan tubuhnya yang sedang ranum2nya, dan kecantikan alami yang terpampang di wajahnya. Banyak pria di sekolahnya ingin jadi pacarnya, namun sebenarnya Noviah tertarik pada hanya satu orang. namanya Indra. Membayangkan wajahnya saja bisa membuat Noviah melambung.

Pada suatu hari, tiba-tiba Noviah mendapatkan sebuah surat di lacinya. “nov, jangan pulang dulu yah, nanti. Ada yang ingin kukatakan padamu. Indra.” Jantung Noviah berdegup kencang. Baju abu-abu putih lebar dan jilbab yang selalu ia gunakan terasa semakin membuatnya gerah. Apakah Indra juga merasakan cinta seperti yang ia rasakan? Mau apa Indra menemuinya? Apakah mau mengutarakan cinta? Selama jam pelajaran pikirannya tak menentu, berbagai pertanyaan terus mengalir di otaknya. Untungnya pelajaran belum begitu maksimal. Bel pulang pun berdering, jantungnya berdegup cepat. Noviah hanya duduk menunggu di bangkunya. Agak lama ia menunggu, dan tak terasa sekolah sudah sepi.

“Jangan-jangan Indra ingin agar sekolah sepi dan mengajaknya bercinta?” kepalanya penuh pertanyaan. Ia segera berusaha menepis pikiran itu. Ia tidak ingin melakukan hubungan seks sebelum nikah. Terlebih lagi, sekarang ia sudah memakai jilbab, jadi ia harus benar2 menjaga dirinya. Dalam penantiannya tiba-tiba ada orang datang. Noviah kecewa karena bukan Indra yang datang melainkan Malik dan Ardy dari kelas I-3.

Mereka menghampirinya, Malik di depannya dan Ardy disampingnya. Perlu diketahui mereka bisa dikatakan sangat jauh dari tampan. Dengan kulit yang hitam dan badan yang kurus kering, Noviah rasa akan menyulitkan mereka untuk mendapatkan pacar di sekolah ini.

“Lagi nugguin Indra Nov?” kata Malik.
“Koq tahu?” katanya.
Malik dan Ardy cuma cengengesan.
“Lo suka sama Indra ya Nov?” tanya Malik lagi. Noviah cuma diam saja.
“Koq diem?” kata Ardy.
“Males aja jawabnya,” katanya.

Perasaan bt mulai menjalar tapi Noviah harus menahan karena pikirnya Ardy dan Malik adalah teman Indra.

“Koq lo bisa suka sama Indra sih cha?” tanya Ardy tapi kali ini sambil merapatkan duduknya kepadanya dan menaruh tangannya di paha Noviah yang masih tertutup rok panjang.
“Indra ganteng dan enggak kurang ajar kayak lo!” sambil menepis tangannya dari pahanya.
“Kurang ajar kaya gimana maksud lo?” tanya Ardy lagi sambil menaruh tangannya lagi di paha Noviah dan mulai mengelus-elusnya.
“Ya kayak gini!” jawab Noviah sambil menunjuk tangan Ardy sambil kembali menepisnya.
“Tapi enak kan?” kali ini Malik ikut bicara.

Ardy tiba-tiba langsung mendaratkan tangannya di pangkal paha Noviah dan mengelus-elusnya. Noviah berusaha berontak, tapi tiba-tiba terasa getaran2 aneh yang membuat Noviah tidak berdaya. Ternyata titik birahinya sudah sersentuh oleh tangan laknat Ardy.

“Sudah jangan sok berontak,” kata Malik sambil menunjukkan cengiran lebarnya. Wajah cantik Noviah yang masih memakai jilbab putih lebar terlihat memerah. Sorot matanya memperlihatkan kemarahan, namun juga gejolak birahi. Ia tidak mampu melawan kekuatan kedua laki2 yangs edang mengerjainya, pun ia juga tak mampu melawan birahinya sendiri.

Makin lama usapannya membuat Noviah membuka lebar pahanya. Mulutnya setengah terbuka. Desahan mulai keluar bersama penolakan Noviah yang setengah hati.
“aaaiikhh….janngaannhhh…..mmmhhh…..uukhh…..” geliat tubuh cantik yang berjilbab itu sudah bukan geliat pemberontakan, namun merupakan usaha menahan birahi yang meluap2.
“Tadi bilang kita kurang ajar, eh sekarang malah ngangkang.”
“Nantangin yah?” kata Malik.

Dia menggeser bangnya di depan mejanya dan mulai masuk ke kolong meja Noviah. Sekarang Ardy berganti mengerjai payudara Noviah. Jilbab panjang Noviah dililitkan ke lehernya sehingga bagian dada Noviah yang masih tertutup seragam sekolah terbuka. tangan kirinya mengusap payudara kanan Noviah sedangkan mulutnya menciumi dan menghisap payudara kirinya sehingga seragamnya basah tepat di daerah payudaranya saja. Malik yang berada di kolong meja menyibakkan rok panjang Noviah sampai ke pangkal pahanya, menjilat-jilat paha sampai pangkal paha Noviah dan sesekali lidahnya menyentuh memeknya yang masih terbungkus CD tipisnya yang berwarna putih. Perbuatan mereka membuat Noviah menggelinjang dan sesaat membuatnya melupakan Indra. Ardy melepas kancing kemeja seragam Noviah satu persatu dan kemudian melempar seragam itu entah kemana. Merasa kurang puas ia pun melepas dan melempar bra Noviah. Lidahnya menari-nari di putingnya membuatnya menjadi semakin membesar. Noviah semakin terangsang. Melihat seorang gadis berjilbab yang masih memakai jilbab yang tersingkap, terbuka bagian dada dan memeknya, membuat kedua remaja haus seks itu semakin ganas.

“Ough… Dy… sudah donghhh……., gimana nanti kalau ketauan,” kata Noviah sambil masih terus mendesah.
“Tenang aja guru sudah pada pulang,” kata Malik dari dalam roknya.

Sedangkan Ardy terus mengerjai kedua payudara Noviah memilinnya, meremas, memghisap, bahkan sesekali menggigitnya. Gadis SMU alim itu benar-benar tak berdaya saat ini, tak berdaya karena nikmat. Noviah merasakan ada sesuatu yang basah mengenai memeknya, Noviah merasa Malik menjilatinya. Noviah tak dapat melihatnya karena tertutupi oleh roknya.

Perlakuan mereka sungguh membuat Noviah melayang. Gadis berjilbab itu merasa kemaluannya sudah amat basah dan Malik menarik lepas CDnya dan melemparnya juga. Ia menyingkap roknya dan terus menjilati kemaluannya. Tak berapa lama Noviah merasa badannya menegang. Noviah sadar dia akan orgasme. Noviah merasa amat malu karena menikmati permainan ini. Permainan yang seharusnya terlarang bagi gadis yang berjilbab seperti dirinya. Noviah melenguuh panjang, setengah berteriak. Gadis  berjilbab itu mengalami orgasme di depan 2 orang buruk rupa yang baru Noviah kenal.

“Ha.. ha.. ha.. ha..” mereka tertawa berbarengan.
“Ternyata lo suka juga yah? Gadis alim berjilbab juga bisa orgasme yah?” kata Ardy sambil tertawa.
“Jelaslah,” sambung Malik.
“SMP dia kan dulu terkenak pecunnya. Sekarang aja pura2 alim!” kata-kata mereka membuat telinga Noviah panas.

Kemudian mereka mengangkat Noviah dan menelentangkannya di lantai. Mreka membuka pakaiannya. Oh.. ini pertama kalinya Noviah melihat kontol. selama ini gadis berjilbab itu benar2 menjaga pandangannya dari hal2 yang berbau seks. Malik menyibakkan rok panjangnya semakin keatas, lalu membuka lebar paha Noviah dan menaruh kaki putih gadis SMU yang alim dan menggairahkan itu di atas pundaknya. Pelan-pelan ia memasukkan kontolnya ke liang senggamanya.

SEMUA KARYA CIPTAAN INI HANYALAH FIKSI, DAN EDITAN DARI SEBUAH KARYA YANG BERJUDUL SAMA. TIDAK BERMAKSUD MENYUDUTKAN GOLONGAN TERTENTU, SEMATA-MATA HANYA ISENG DAN KARENA MENYUKAI SEMUA JENIS GADIS, JUGA YANG BERJILBAB. (PEN.)

“Ough, sakit Lik! Jangan lik!” teriak Noviah ketakutan. Ia kembali meronta. Gadis berjilbab itu sungguh tidak ingin kehilangan keperawanannya. Tapi kedua laki2 itu jauh lebih kuat darinya. Ia berusaha berteriak, namun bibir indahnya langsung dilumat oleh Ardy, sehingga suaranya tidak bisa keluar.
“Tenang Cha, entar juga lo keenakan,” kata Malik.
“Ketagihan malah,” sambung Ardy diantara lumatan bibirnya. “wah, akhirnya berhasil juga kita dapet memek cewek berjilbab.”

Perlahan-lahan ia mulai menggenjotnya, rasanya perih tapi nikmat. Sementara Ardy meraih tangan Noviah dan menuntunnya ke kontol miliknya. Ia memaksa Noviah mengocoknya. Malik memberi kode kepada Ardy, Noviah tidak mengerti maksudnya. Ardy mendekatkan kontolnya kemulutnya dan memintanya mengulumnya. Noviah mejilatinya sesaat dan kemudian memasukkannya ke mulutnya. Bau kontol Ardy membuat Noviah mau muntah, tapi karena ketakutan, tetap ia jejalkan kontol hitam bau itu ke mulutnya.

“Isep kontol gue kuat-kuat Nov!!” bentak Ardy.

Noviah mulai menghisap dan mengocoknya dengan mulutnya. Tampaknya ini membuat Ardy ketagihan. Ia memaju mundurkan pinggangnya lebih cepat. Disaat bersamaan Malik menghujamkan kontolnya lebih dalam.

“Mmmffhh” Noviah ingin berteriak tapi terhalang oleh kontol Ardy.

Rupanya arti dari kode mereka ini, agar Noviah tak berteriak. Gadis berjilbab itu menangis karena sadar kevirginannya diambil mereka, oleh orang yang baru beberapa hari Noviah kenal.

“Ternyata masih ada juga anak SMP SB yang masih virgin”
“Memek cewek virgin berjilbab emang paling enak,” kata Malik.

Dia menggenjotnya semakin liar, dan tanpa sadar goyangan pinggul Noviah dan hisapannya terhadap kontol Ardy juga semakin cepat. Tak lama Noviah orgasme untuk yang kedua kalinya. Noviah pun menjadi sangat lemas tapi karena goyangan Malik. Malik semakin liar Noviah pun juga tetap bergoyang dan menghisap. Tak lama Malik menarik keluar kontolnya dan melenguh panjang disusul derasnya semprotan maninya ke seragam putih gadis berjilbab itu yang sudah awut-awutan. Ia merasa puas dan menyingkir.

Sudah 45 menit Noviah menghisap kontol Ardy tapi ia tak kunjung orgasme juga. Ia mencabut kontol dari mulutnya, Noviah pikir ia akan orgasme tapi Noviah salah. Ia telentang dan memaksa gadis berjilbab itu naik diatasnya. Noviah disetubuhi dengan gaya woman on top. Noviah berpegangan pada dadanya agar tidak jatuh, sedangkan Ardy leluasa meremas susunya. Terlihat pemandangan erotis, dimana seorang gadis berjilbab besar yang cantik sedang disetubuhi olehs eorang laki2 bertampang kasar, namun si gadis berjilbab tadi justru melenguh-lenguh birahi.

Sekitar 10 menit dengan gaya ini tiba-tiba Malik mendorong Noviah dan iapun jatuh menindih Ardy. Malik menyingkap rok panjang Noviah yang selama bergaya woman on top telah jatuh dan menutupi bagian bawahnya. Ia mulai mengorek-ngorek lubang anus Noviah. Noviah ingin berontak tapidalam hatinya ia sudah sangat terangsang sehingga tidak ingin saat ini selesai begitu saja. Jadi Noviah biarkan ia mengerjai liang dubur  gadis cantik berjilbab itu yang sangat sempit.

Tak lama Noviah yang sudah membelakanginya segera ditindah. Kontolnya masuk ke dalam anus Noviah dengan ganas dan mulai mengaduk-aduk duburnya. Tubuhnya betul-betul terasa penuh. Noviah menjerit keras. Tangisnya semakin keras. Air matanya mengalir membasahi jilbabnya yang awut2an. Namun lama2, karena genjotan dua orang laki2 tadi, Noviah  mulai menikmati keadaan ini. Sampai akhirnya Malik mulai memasukkan penuh kontolnya ke dalam anus Noviah. Gadis alim itu merasakan perih dan nikmat yang tidak karuan. Jadilah Noviah kembali berteriak sekeras-kerasnya. Noviah yang kesakitan tidak membuat mereka iba tetapi malah semakin bersemangat menggenjotnya. Sekitar 15 menit mereka membuatnya menjadi daging roti lapis dan akhirnya Noviah orgasme lagi untuk yang kesekian kalinya. Kali ini gadis berjilbab itu berteriak amat keras dan kemudian jatuh lemas menindih Ardy. Saat itu penjaga sekolah masuk tanpa Noviah sadar dan menonton Noviah yang sedang dikerjai 2 orang biadab ini.

Goyangan mereka semakin buas menandakan mereka akan segera orgasme. Noviah yang sudah lemas hanya bisa pasrah saja menerima semua perlakuan ini. Tak lama mereka berdua memeluknya dan melenguh panjang mereka menyemprotkan maninya di dalam kedua liang gadis berjilbab itu. Noviah dapat merasakan cairan itu mengalir keluar karena memeknya tidak cukup menampungnya. Mereka mencabut kedua kontol mereka. Noviah yang lemas dan hampir pingsan langsung tersadar begitu mendengar Ardy berkata.

“Nih giliran Pak Maman ngerasain  memek cewek berjilbab!!”

Noviah melihat penjaga sekolah itu telah telanjang bulat dan kontolnya yang lebih besar dari Ardy dan Malik dengan gagahnya mengangkanginya seakan menginginkan lubang untuk dimasuki. Ia menuntun kontolnya ke mulut Noviah untuk dihisap. Noviah kewalahan karena ukurannya yang sangat besar. Melihat Noviah kewalahan tampaknya ia berbaik hati mencabutnya. Tetapi sekarang ia malah membuat gadis cantik alim itu menungging. Ia mengorek-ngorek kemaluannya yang sudah basah sehingga makin lama Noviah pun mengangkat pantatnya. Noviah sungguh takut ia menyodominya.

Akhirnya Noviah bisa sedikit lega saat kontolnya menyentuh bibir kemaluannya. Dua jarinya membuka memeknya sedangkan kontolnya terus mencoba memasukinya. Entah apa yang Noviah pikirkan, Noviah menuntun kontolnya masuk ke memeknya. Ia pun mulai menggoyangnya perlahan. Gadis berjilbab itu secara tak sadar mengikuti irama dari goyangannya. Roknya yag tersinggkap dibuka kancingnya dan dinaikkannya sehingga ia melepas rok abu-abu panjangnya melalui kepalanya. Saat ini Noviah telah telanjang, dan hanya tinggal memakai jilbab putih penuh keringat dan kaus kaki putih. Semua itu justru membuat para pemerkosanya semakin bernafsu. . Tangan pak Maman meremas payudara Noviah dan terus menggerayangi tubuhnya. Disaat-saat kenikmatan Noviah tak sengaja menoleh dan melihat Malik duduk di pojok. Yang lebih mengagetkan ia memegang Digcam dan mengambil gambar gadis berjilbab itu berkali2. Noviah kesal tapi terlalu capek untuk berontak. Akhirnya gadis berjilbab itu hanya menikmati persenggamaan ini sambil direkam oleh Malik.

Pak Maman semakin ganas meremas dada Noviah. gerakannya pun semakin cepat. Tapi entah kenapa dari tadi Noviah selalu lebih dulu orgasme dibandingkan mereka. Noviah berteriak panjang dan disusul Pak Maman yang mencengkeram kepala Noviah yang masih terbalut jilbab kemudian mencabut kontolnya dan menyuruhnya meghisapnya. Ia berteriak tak karuan. Menjambaknya, meremas-remas dadanya sampai akhirnya ia menembakkan maninya di mulutnya.

Terdengar entah Malik, Ardy, atau Indra yang berteriak telan semuanya. Noviah pun menelannya. Namun Air mani pak Maman sangat banyak, sehingga sebagian meleleh turun ke jilbab putih yang masih Noviah kenakan. Mereka meninggalkannya yang telanjang di kelas sendirian. Setelah mereka pergi Noviah menangis sambil mencari-cari seragamnya yang mereka lempar dan berserakan di ruang kelas. Noviah menemukan branya telah digunting tepat di bagian putingnya dan Noviah menemukan CDnya di depan kelas telah dirobek-robek. Sehingga gadis berjilbab itu pulang tanpa CD dan bra yang robek bagian putingnya. Perasaannya campur aduk. Marah namun juga malu karena turut menikmati perkosaan yang ia alami.

E N D